Wisata Jembatan Cinta Pring Wulung Purbalingga

Wisata Jembatan Cinta Pring Wulung Purbalingga

Jawa Tengah merupakan sebuah propinsi yang menarik untuk dikunjungi. Selain karena lokasinya yang berada di tengah Pulau Jawa sehingga sangat strategis untuk dikunjungi dari wisatawan di luar Jawa Tengah, propinsi ini juga memiliki berbagai daya tarik yang unik. Selain budaya dan sejarah, Jawa Tengah juga tidak lepas dari keindahan alamnya. Sehingga jika ingin mencari Tempat Bulan Madu di Jawa Tengah pun akan banyak ditemukan.

Saat ini, mungkin sangat marak fenomena tempat wisata baru dengan konsep menyajikan aneka spot foto yang menarik. Entah itu dari bentukan-bentukan yang unik, atau dari latar belakang foto yang menampilkan panorama alam dipadu dengan bentukan yang unik. Di Purbalingga Jawa Tengah juga ada objek wisata dengan konsep demikian, yaitu Jembatan Cinta Pring Wulung Purbalingga. Berikut beberapa penjelasannya.

Keunikan Jembatan Cinta Pring Wulung

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa akhir-akhir ini sangat marak terjadinya fenomena wisata baru dengan konsep aneka spot foto. Dan Jembatan Cinta Pring Wulung yang merupakan salah satu Tempat Wisata di Jawa Tengah ini adalah salah satunya, dimana ada spot foto unik dengan tema dekat dengan alam. Seperti namanya, Jembatan Cinta, maka spot foto yang ada di sana adalah jembatan yang berbentuk hati yang cocok untuk spot foto bersama maupun foto sendiri.

Bahkan tempat wisata ini adalah salah satu yang hits di Purbalingga saat ini, sehingga para warga Purbalingga maupun wisatawan yang sedang ada di Purbalingga akan mendatangi tempat ini. Daya tarik utama dari objek wisata ini bukan hanya dari jembatan kayu berbentuk hati saja, melainkan juga dari keindahan alamnya yang berada di kawasan bukit berundak serta persawahan warga sekitar. Sehingga akan sangat memanjakan mata dan menyegarkan pikiran.

Hijaunya persawahan dan perbukitan akan berpadu dengan fasilitas jembatan kayu serta sinar matahari sehingga pengunjung akan merasakan sensasi yang sedikit berbeda. Kebanyakan wisatawan yang datang adalah anak muda karena memang spot foto identik dengan media sosial dimana anak muda banyak menghabiskan waktu.

Hal menarik lain dari Jembatan Cinta Pring Wulung Purbalingga adalah adanya air mancur di tengah lambang hatinya sehingga cukup unik dari sisi dekorasi. Walau perbaikan akan terus dilakukan di objek wisata ini, namun pengunjung tetap bisa mengeksplorasinya saat berkunjung ke sana.

Fasilitas Desa Wisata Panusupan

Tentunya objek wisata perlu memiliki berbagai fasilitas menarik agar bisa melengkapi kegiatan wisata dari para pengunjung. Jembatan Cinta Pring Wulung Purbalingga pun demikian. Jembatan ini berada di Desa Wisata Panusupan dan di sana juga ada beberapa fasilitas menarik lainnya, seperti berikut.

Puncak Sendaren

Salah satu spot yang ada di Desa Wisata Panasupan dimana ada Jembatan Cinta kayu adalah Puncak Sendaren. Jika Anda berkunjung ke jembatan cinta, jangan lupa juga untuk menyempatkan diri mampir ke sana.

Puncak ini adalah sebuah puncak di bukit sekitar desa. Di sana juga ada sebuah jembatan dan juga ada gardu pandang yang bisa dijadikan lokasi berfoto maupun lokasi untuk memandang kota Purbalingga dari ketinggian.

Suasana matahari terbenam lebih disarankan jika ingin berkunjung ke sana. Suasana senja akan sangat menawan jika dinikmati dari sana. Dan inilah salah satu Keunggulan Wisata Indonesia dimana ada begitu banyak tempat untuk menikmati Sunset Terindah di Indonesia yang menarik.

Curug Wana Tirta

Seperti yang dijelaskan di atas, pengunjung juga bisa mengunjungi Curug Wana Tirta yang berada di dekat Jembatan Cinta. Air terjun ini sudah resmi menjadi objek wisata baru yang menarik untuk para wisatawan sejak tahun 2015 lalu.

Air terjun ini memiliki ketinggian kurang leih 16 meter. Hal menarik dari sana adalah air terjun yang bisa langsung diminum karena sudah diteliti bahwa air tersebut aman untuk langsung diminum.

Pemandangan air terjun ini memang menarik. Walau air terjun ini tidak deras debitnya, namun air yang turun melalui bebatuan yang bertumpuk-tumpuk akan terlihat sangat indah. Suhu sejuk dari air akan membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.

Kesenian Dayakan

Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa Desa Panasupan memiliki salah satu kesenian khas yang bisa dinikmati, yaitu Kesenian Dayakan. Kesenian Dayakan adalah sebuah kesenian topeng ireng yang ada di desa-desa lereng Merapi dan Merbabu.

Keunikan dari kesenian ini adalah dibawakan oleh anak-anak dan dilakukan dengan bahan-bahan yang relatif alami. Misalnya wajah yang dibaur dengan arang, atau memakai daun atau rumput kering sebagai kostumnya.

Lalu mereka akan menampilkan sebuah tarian yang diajarkan secara turun temurun dari pendahulu mereka. Hal ini akan memberikan suatu pertunjukan yang unik dan hanya ada di Desa Wisata Panasupan dan cocok untuk Wisata Budaya di Indonesia yang mungkin tidak ada di desa lainnya.

Rumah Pohon Igir Wringin

Selain Jembatan Cinta dan Bukit Sendaren, ada lagi spot foto yang menarik di sekitarnya yang bisa dijadikan lokasi untuk mengamati keindahan alamnya, yaitu adanya rumah pohon yang diberi nama Rumah Pohon Igir Wringin. Rumah pohon ini merupakan salah satu tempat dengan pemandangan indah.

Dari sana bisa dilihat pemandangan gunung Slamet yang berdiri dengan kokoh dan megahnya. Jika Anda menyukai pemandangan khas pegunungan, maka tempat ini sangat cocok untuk Anda.

Selain itu, suasana sejuk yang ada di sekitar desa akan membuat Anda betah berlama-lama di sana. Pemandangan yang indah juga akan terlihat hijau serta kokoh dengan adanya gunung Slamet di hadapan Anda.

Lokasi dan Rute Menuju Jembatan Cinta Pring Wulung

Lokasi dari Jembatan Cinta Pring Wulung Purbalingga ada di Desa Panusupan Rt 03 RW 04, Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah. Tempat yang satu ini berada di sekitar 40 km dari pusat kota Purbalingga. Untuk mencapai ke sana cukup mudah karena sesampainya di Desa Panusupan akan ada papan penunjuk jalan yang ada di sekitar sana.

Harga Tiket Masuk

Untuk Anda yang ingin berkunjung ke sana, harga tiket masuknya sangat murah dan terjangkau, yaitu hanya Rp 5.000 per orang. Selain harga tiket masuk, pengunjung yang membawa kendaraan roda dua akan dikenakan tarif parkir Rp 2.000 per kendaraan dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat. Sangat murah bukan?

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai objek wisata Jembatan Cinta Pring Wulung Purbalingga yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Kampung Warna-Warni Jadipon Malang yang Indah

Kampung Warna-Warni Jadipon Malang yang Indah

Berwisata ke Jawa Timur tentu menjadi hal yang menarik dan juga merupakan idaman banyak orang, dimana Jawa Timur memiliki keberagaman alam dan juga budaya yang cukup berbeda dengan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Salah satu kota wisata di Jawa Timur adalah Malang. Malang menjadi menarik karena memiliki berbagai objek wisata alam seperti pantan dan gunung yang indah.

Bahkan kota ini juga merupakan salah satu kota terbaik untuk memulai pendakian ke Gunung Semeru. Akan tetapi, di samping keindahan kota Malang, kota ini juga memiliki daya tarik lainnya di tengah kota. Misalnya dengan berkunjung ke objek wisata dekat Stasiun Malang, Kampung Warna-Warni Jodipan Malang yang cocok untuk Tempat Wisata Anak di Malang. Berikut ini beberapa penjelasannya.

Sejarah Kampung Warna-Warni Jodipan

Sebelum melihat keunikan dan juga hal menarik lainnya dari Kampung Warna-Warni Jodipan ini, ada baiknya melihat sejarah terbentuknya objek wisata ini. Kampung Jodipan sejak dulu memang sudah ada di kota Malang dan menempati wilayah di DAS Brantas Malang, tepatnya di bawah jalan utama Kota Malang. Kampung Jodipan dulunya adalah kampung yang dikenal dengan kumuh.

Akan tetapi, beberapa tahun yang lalu muncul ide untuk mewarnai kampung ini agar lebih menarik. Mengingat kampung ini akan terlihat langsung dari jalan utama yang ada di atasnya. Agar kampung ini menjadi menarik, salah satu cara adalah dengan mengganti warna cat di rumah-rumah dengan warna warni yang indah. Sejak saat itulah kampung ini menjadi populer di media sosial.

Seiring dengan populernya kampung ini di media sosial, maka kampung ini dijadikan objek wisata. Tentunya dengan penambahan berbagai fasilitas yang menarik dan juga berbagai spot foto yang unik. Sehingga saat ini kampung ini akan selalu ramai dikunjungi wisatawan baik dari Malang itu sendiri maupun dari luar kota Malang. Cocok untuk semua usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga lokasi ini cocok juga untuk Wisata Lebaran di Malang bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga.

Keunikan Kampung Warna-Warni Jodipan

Seperti yang dijelaskan di atas, kampung ini menjadi unik dari warna-warna yang ada di rumah-rumah penduduk. Dimana kampung ini sudah menarik jika dilihat dari atas. Namun ketika dimasuki pun kampung ini tetap menarik dan unik. Sampai-sampai di beberapa daerah lainnya juga muncul kampung dengan konsep yang serupa dengan kampung ini.

Pengunjung yang datang ke Kampung Warna-Warni Jodipan Malang bisa berfoto-foto di kampung tersebut dan mengeksplor setiap gang kampung dengan penuh keceriaan karena warna-warna yang ada di sana adalah warna-warna yang cerah. Selain itu ada berbagai spot wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan, misalnya:

  • Dinding warna warni, dimana dinding rumah dan bangunan di sana akan memiliki warna menarik
  • Lorong payung, dimana ada banyak payung berwarna yang ada di atas pengunjung
  • Jembatan Embong Brantas, yang merupakan jalan utama di atas kampung Jodipan untuk mengamati kampung dari ketinggian
  • Berbagai lukisan 3 dimensi yang bisa dijadikan spot foto 3D
  • Tangga warna warni yang ada di dalam kampung dan cocok juga untuk spot foto
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya

Jembatan Kaca Kampung Jodipan

Tidak hanya beberapa spot di atas yang sudah dijelaskan, sejak akhir tahun 2017 lalu, Kampung Jodipan memiliki fasilitas baru untuk para wisatawan, yaitu Jembatan kaca. Jembatan kaca ini diklaim sebagai jembatan kaca pertama yang ada di Malang, sekaligus di Indonesia.

Tentunya keberadaan jembatan kaca ini akan lebih menarik bagi para wisatawan. Diresmikan oleh Wali Kota Malang, jembatan kaca ini merupakan hasil karya dari mahasiswa Teknik Sipil salah satu kampus di kota Malang. Sedangkan untuk pembangunannya, dibantu oleh salah satu perusahaan cat asal Malang.

Desain jembatan kaca ini mirip dengan jembatan kaca di Zhangjiajie, namun ukurannya lebih kecil dan lebih mini. Akan tetapi, tetap saja hal ini menarik bagi para wisatawan. Mungkin jembatan ini juga bisa dijadikan alternatif Tempat Prewedding di Malang bagi yang penasaran dan tertarik.

Lokasi dan Rute Menuju Kampung Warna-Warni Jodipan

Bagi Anda yang berasal dari Malang, pasti sudah hafal dengan lokasinya, karena memang Kampung Warna-Warni Jodipan Malang berada di lokasi yang sangat mudah dijangkau dan pasti selalu dilewati oleh sebagian besar warga Malang saat beraktvfitas sehari-hari. Bagi Anda yang berasal dari luar kota Malang, juga tidak perlu cemas, karena lokasi ini adalah salah satu tempat Wisata Dekat Stasiun Malang yang mudah dijangkau. Jaraknya hanya kurang lebih 500 meter saja dari pintu masuk Stasiun Malang, sehingga Anda bisa berjalan kaki. Kalaupun ingin naik angkutan kota dari stasiun, pasti tidak sampai 10 menit sudah tiba di sana.

Jika Anda baru keluar dari Satsiun Malang, ambil jalan ke sisi kiri pintu keluar. Lalu jalan saja lurus hingga tiba di persimpangan jalan. Di persimpangan jalan tersebut beloklah ke kanan. Namun harap hati-hati karena persimpangan jalan itu akan selalu ramai oleh kendaraan. Saat sudah mengambil belokan ke kanan, Anda sudah sampai di Jembatan Embong Brantas dan sudah bisa melihat pemandangan Kampung Warna-Warni Jodipan Malang dari Atas. Untuk masuk ke sana, langsung saja masuk melalui gerbang kampung.

Harga Tiket Masuk Kampung Warna-Warni Jodipan

Untuk pengunjung yang sedang tidak punya budget wisata berlebihan, maka Spot Foto di Malang yang satu ini sangat cocok untuk Anda kunjungi. Karena pada dasarnya harga tiket masuk untuk menikmati suasana wisata di sana hanya Rp 2.000 per orang. Sangat murah bukan? Biaya masuk itu pun sudah berbentuk sticker yang bisa dijadikan sebagai souvenir. Sedahgkan wisatawan yang menggunakan motor akan dikenakan Rp 2.000 per kendaraan, Rp 5.000 per mobil, dan Rp 15.000 – 25.000 per kendaraan pariwisata besar.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Kampung Warna-Warni Jodipan Malang yang perlu diketahui. Ketahui juga beberapa objek wisata di Malang dan Kota Wisata Batu yang menarik untuk dikunjungi saat berada di Jawa Timur. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Wisata Air Terjun dan Bukit di Sulawesi Selatan yang Bisa Anda Kunjungi

Wisata Air Terjun dan Bukit di Sulawesi Selatan yang Bisa Anda Kunjungi

Menikmati wisata di Sulawesi Selatan tentunya akan sangat menarik. Dimana propinsi ini masih memiliki kekayaan alam yang luar biasa untuk dieksplorasi, khususnya bagi para penikmat alam dan pegiat kegiatan di luar ruangan dengan petualangan. Bukan hanya Wisata Bahari di Indonesia saja yang ada di Sulawesi Selatan, melainkan ada juga objek wisata dengan view perbukitan hijau dan alami. Salah satu yang menarik dari Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Janeponto, dimana di sana ada sebuah air terjun yang sangat memukau. Inilah Air Terjun Tama’lulua.

Keindahan Tama’lulua

Keindahan Tama’luluaAir terjun ini merupakan salah satu bukti bahwa Indonesia sangat kaya dengan keindahan alamnya. Dimana air terjun ini saat ini sedang populer dan hits sebagai objek wisata alam yang benar-benar alami. Karena memang keindahan alam yang disuguhkan dari Air Terjun Tama’lulua ini sangat istimewa.

Berada di kawasan perbukitan dengan hutan yang masih lebat, air terjun ini memang cocok untuk para pegiat petualangan di alam bebas. Karena untuk berwisata ke sana, pengunjung tentunya perlu melewati medan yang cukup ekstrem. Jalur trekking menuju ke air terjun adalah tanjakan dan turunan dengan bebatuan yang cukup terjal. Namun hal itu justru yang menjadikan air terjun ini menarik, yaitu karena sangat alami dan benar-benar menampilkan sisi lain Indonesia, khsusunya di Sulawesi Selatan.

Karena masih berada di hutan dan perbukitan yang alami, maka hawa sejuk akan terasa dari tempat wisata ini. Anda bisa mengamati air terjun dari salah satu bukit yaitu Bukit Bossolo, dan juga bisa mengunjungi air terjun secara lebih dekat untuk mengeksplornya.

Debit Air Terjun Tama’lulua sangat deras, apalagi saat musim-musim hujan. Bahkan di musim saat hujan sering turun, airnya akan berwarna cokelat. Menandakan bahwa air terjun ini bukan sembarang air terjun. Sehingga Anda perlu berhati-hati ketika berkunjung ke sana. Sebaiknya datang saat musim kemarau saja.

Bukit Bossolo

Bukit BossoloSelain keberadaan air terjun yang alami dan memukau, rupanya di Tempat wisata di Sulawesi Selatan yang satu ini juga ada Bukit Bassolo, yang tidak jauh dari lokasi air terjun. Hal inilah yang menjadikan Air Terjun Tama’lulua juga sering disebut sebagai Air Terjun Bassolo.

Bukit Bassolo adalah salah satu bukit yang ada di dekat air terjun dengan keindahan yang sangat luar biasa. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati keindahan air terjun dari kejauhan.

Bukit Bossolo saat ini sudah lebih mudah dijangkau. Bahkan sudah ada beberapa fasilitas yang bisa ditemukan di sana. Misalnya tulisan Bossolo yang dibuat dari bamby dan ban bekas yang dicat. Serta adanya jalanan yang sudah cukup mudah aksesibilitasnya. Sehingga pengunjung akan lebih mudah menjangkaunya.

Dari atas Bukit Bassolo, tidak hanya akan terlihat pemandangan dari air terjunnya saja, melainkan juga akan terlihat berbagai perbukitan lainnya yang masih sangat alami dan asri. Selain itu, pemandangan hijau ini akan bersatu dengan angin sejuk dan sepoi-sepoi sehingga membuat Anda bisa menikmati semuanya dengan sangat lengkap.

Lokasi dan Rute Menuju Tama’lulua

Lokasi dan Rute Menuju Tama’lulua Lokasi dari Tempat Wisata di Sulawesi Selatan yang satu ini, yaitu Air Terjun Tama’lulua berada di Desa Ramba, Kecamatan Rumbia, Janeponto. Jika memulai perjalanan dari Makassar, jaraknya kurang lebih 3 jam perjalanan melewati sekitar 30 kilometer. Jika sudah sampai ke Janeponto, akan ada patung kuda besar. Dari sana ambil belokan ke kiri, yaitu ke Jalan Kelara. Ikuti jalanan agar sampai ke Rumbia sekitar 30 menit kemudian. Dari sana akan didapati baliho atau papan penunjuk jalan besar dengan tulisan Air Terjun Tama’lulua.

Setelah tiba, Anda perlu melakukan perjalanan yang cukup panjang dari tempat parkir. Selain itu medan yang harus dilalui juga cukup ekstrem. Lamanya perjalanan adalah kurang lebih 1 jam dengan berjalan kaki. Maka dari itu sebaiknya gunakan alas kaki yang cocok dan bawa perbekalan sendiri selama perjalanan.

Walau harus melewati medan perjalanan yang cukup menantang dan melelahkan, keindahan di air terjun akan membuat Anda betah untuk berlama-lama di sana. Mengingat suasana yang indah dan asri dari tempat ini masih benar-benar terasa. Bagi Anda yang sehari-harinya hidup di kota, mungkin berwisata ke sana akan memberikan kesan perjalanan yang menarik dan jarang ditemukan di tempat lainnya.

Harga Tiket Masuk

Karena objek wisata ini masih sangat sederhana dan bahkan dikembangkan sendiri oleh penduduk sekitar, maka harga tiket masuknya sangat murah, yaitu hanya Rp 2.000 saja per orang. Sedangkan yang membawa kendaraan akan dikenakan tarif parkir tersendiri. Jadi, jika Anda memiliki agenda untuk berkunjung ke Sulawesi Selatan, terutama Makassar, cobalah mampir ke sana untuk sekadar melepaskan penat.

Tips Wisata

Tentunya ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengunjungi objek wisata ini. Mengingat objek wisata ini masih alami, berikut beberapa Tips Wisata ke Air Terjun Bassolo, antara lain sebagai berikut.

  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan cocok dengan medan yang akan Anda lalui. Sebaiknya gunakan sepatu gunung atau sandal gunung. Terutama bagi Anda yang ingin menuju air terjunnya.
  • Bawa bekal makanan dan minuman sendiri sebelum datang ke lokasi wisata. Walau sudah ada beberapa penjual makanan dan minuman, tetaplah membawa bekal untuk berjaga-jaga.
  • Bawa baju ganti untuk berjaga-jaga jika baju basah karena air terjun.
  • Sebaiknya tetap jaga kebersihan di tempat wisata tersebut dan jangan mengotorinya dengan sampah-sampah yang Anda bawa dari luar.
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan sesuai untuk kegiatan di alam bebas.
  • Sebaiknya datang saat musim kemarau, karena musim hujan cukup rentan untuk melakukan perjalanan di sekitar air terjun ini.
  • Di sekitar Bukit Bossolo sudah ada pagar pembatas. Sebaiknya jangan berdiri di luar pagar untuk keselamatan Anda sendiri, mengingat bukit ini dikelilingi dengan jurang yang terjal dan tinggi.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Air Terjun Tama’lulua yang perlu diketahui. Ketahui juga berbagai Daftar Obyek Wisata Di Sulawesi Selatan lainnya yang menarik untuk Anda kunjungi baik bersama teman seperjalanan maupun keluarga. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Wisata Punthuk Mongkrong Magelang yang Patut Dikunjungi

Wisata Punthuk Mongkrong Magelang yang Patut Dikunjungi

Jawa Tengah selalu mempesona. Salah satu yang terkenal adalah Magelang, dimana kota yang satu ini menawarkan berbagai objek wisata yang menarik dan juga Tempat Bulan Madu di Jawa Tengah yang unik. Selain karena dekat dengan Yogyakarta, Magelang memang menyimpan berbagai keindahan karena faktor geografisnya yang unik. Kota ini tidak hanya memiliki Candi Borobudur saja yang bisa dijadikan destinasi wisata, melainkan juga ada berbagai perbukitan yang indah. Salah satunya adalah Punthuk Mongkrong Magelang. Berikut beberapa penjelasan mengenai objek wisata ini.

Keunikan Punthuk Mongkrong

Keunikan Punthuk MongkrongMungkin nama Punthuk Mongkrong masih asing di telinga Anda jika dibandingkan dengan Puthuk Setumbu sebagai salah satu Tempat Wisata Di Magelang. Namun yang pasti dari Punthuk Mongkrong ini adalah pemandangan yang tidak kalah indahnya dengan pemandangan yang disajikan oleh Puthuk Setumbu. Dimana Anda juga bisa melihat pemandangan indah dari ketinggian dengan latar belakang perbukitan dan pegunungan yang bisa dilihat dari sana.

Bukit ini berada di ketinggian 624 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini diklaim sebagai Puthuk tertinggi yang ada di Magelang, dan mengalahkan ketinggian dari puthik Setumbu, Puthik Gupakan, dan Puthuk Sukmoyo. Sehingga bisa dikatakan bukit ini akan sangat mempesona untuk mengamati pemandangan yang ada.

Apalagi ketika fajar dan senja. Tempat ini pasti akan menyajikan pemandangan yang sangat menarik untuk diabadikan dengan kamera. Selain itu di sana juga ada beberapa gardu pandang yang dibangun oleh warga sekitar agar wisatawan bisa menikmati suasana di sana dengan lebih nyaman. Lokasinya yang hanya sekitar 5 kilometer dari Candi Borobudur juga akan membuat wisatawan lebih mudah mengaksesnya, yaitu di Desa Giritengah, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Keindahan Punthuk Mongkrong

Keindahan Punthuk MongkrongKeindahan dari Punthuk Mongkrong Magelang ini sendiri bisa dilihat dari pemandangan yang ada di sana, dimana wisatawan bisa melihat perbukitan Menoreh yang berjajar secara alami. Selain itu, jika menuju ke puncak perbukitan, maka akan bisa dilihat pemandangan dari Candi Borobudur, Gunung Merbabu, dan juga sekaligus Gunung Merapi. Tentunya suasana yang didapat akan menjadi sangat indah dan eksotis dengan adanya pemandangan demikian.

Selain pemandangan dari perbukitan, pegunungan, dan juga Candi Borobudur, masyarakat sekitar Desa Giritengah percaya jika di masa silam, kawasan ini pernah dijadikan persinggahan oleh Pangeran Diponegoro dalam melawan Penjajah Belanda. Sehingga lokasi ini juga memiliki nilai sejarah. Anda juga bisa menikmati suasana Tempat Sunset Terindah di Indonesia dari Puthuk Mongkrong ini karena tempat ini juga merupakan salah satu tempat terbaik untuk menunggu matahari terbenam.

Lokasi Punthuk Mongkrong

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa Punthuk Mongkrong Magelang berada di Desa Giritengah, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi ini ada di barat daya kecamatan Borobudur dan hanya berjarak sekitar 5 km dari Candi Borobudur. Akses menuju ke Punthuk Mongkrong memang belum sepenuhnya memadai, karena hanya kendaraan roda dua yang bisa menjangkau ke sana. Bagi ANda yang ingin berkunjung, ada baiknya menggunakan kendaraan roda dua saja.

Untuk mencapai ke Tempat Wisata Romantis di Jogja yang satu ini, Anda bisa mengambil rute dari Candi Borobudur. Dari kawasan wisata Candi Borobudur, ikuti saja jalan di samping Manohara Resort Bodobudur. Jalan ini adalah jalan beraspal dan mengarah ke Majaksingi atau Hotel Amanjiwo Resort. Anda akan menemukan perempatan. Ambil arah menuju kanan, yaitu menuju ke perempatan Gunden. Temukan Balai Desa Giritengah. Dari sana akan ada jalanan menanjak kecil yang menuju ke pintu masuk dari objek wisata alam yang satu ini.

Fasilitas Punthuk Mongkrong

Objek wisata ini memang terbilang baru, namun fasilitas wisata yang ada di sana sudah cukup mampu mewadahi beberapa kegiatan wisata dan kebutuhan para wisatawan. Di sana ada beberapa fasilitas, seperti:

  • Gardu pandang, yang memiliki bentuk rumah pohon terbuka maupun jembatan V yang semuanya bisa dijadikan tempat melihat pemandangan yang indah.
  • Lahan parkir, yang memadai untuk kendaraan roda dua
  • Warung makan, untuk mewadahi fasilitas wisatawan yang kelaparan atau haus
  • Tempat istirahat, yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk melepas lelah
  • Toilet, untuk keperluan MCK
  • Spot foto, dengan latar belakang pemandangan indah dan perbukitan hijau

Itulah beberapa fasilitas yang ada di objek wisata ini. Walau tiket masuknya cukup murah, akan tetapi ternyata fasilitasnya cukup lengkap untuk mewadahi kegiatan wisata bagi para wisatawan.

Jembatan V Punthuk Mongkrong

Jembatan V Punthuk MongkrongDari beberapa fasilitas di Punthuk Mongkrong Magelang yang disebutkan di atas, salah satu gardu pandang yang menjadi incaran para wisatawan untuk foto atau untuk mengabadikan pemandangan indah adalah Jembatan V. Mengapa dinamakan Jembatan V? Alasannya adalah karena jembatan ini memiliki bentuk seperti huruf V sehingga memiliki sudut yang cocok untuk spot foto.

Namun yang perlu diingat adalah bahwa jembatan ini hanya bisa dinaiki oleh 2 orang saja karena memang terbuat dari bambu yang memiliki kapasitas tersendiri. Sehingga bagi Anda yang ingin berfoto, harap bergantian dengan wisatawan lainnya. Jika pengunjung sedang ramai, perlu kiranya mengantre dengan yang lainnya.

Jembatan ini menarik bukan hanya dari bentuknya yang mengerucut dan membentuk kesan fokus saja, melainkan juga karena pemandangan yang ada di sudut pandang tersebut memang indah karena ada dua bukit yang bergandeng membentuk pemandangan yang unik. Sehingga hasil foto akan semakin menawan dan bagus.

Harga Tiket Masuk

Karena objek wisata ini masih belum memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan hanya memiliki fasilitas standar saja, maka harga tiket masuknya masih murah sehingga Anda bisa menjangkaunya walau sedang tidak punya banyak uang saku. Selain itu, nama dari objek wisata ini mungkin belum sepopuler Puthuk Setumbu di telinga para wisatawan sehingga akan memberikan Anda keuntungan bahwa objek wisata ini masih sepi. Harga tiket masuknya hanya Rp 3.000 saja. Sedangkan tarif parkirnya hanya Rp 2.000 per kendaraan.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Punthuk Mongkrong Magelang yang perlu diketahui terutama bagi Anda yang ingin berwisata ke Magelang dan sekitarnya. Ketahui juga beberapa Tempat Wisata di Jogja yang juga bisa Anda kunjungi mengingat Magelang sangat dekat dengan Jogja sehingga akan mudah dijangkau. Semoga bermanfaat.

Wisata Alam DIeng, Jawa Tengah

Wisata Alam DIeng, Jawa Tengah

Dataran tinggi Dieng merupakan sebuah tempat yang secara admisitratif masuk di kabupaten Wonosobo dan juga Banjarnegara. Banyak spot wisata di kawasan dataran tinggi Dieng yang menarik untuk dikunjungi. Dataran tinggi Dieng merupakan kawasan vulkanik yang masih aktif. Memang dikatakan oleh penduduk sekitar, Dieng dahulunya merupakan sebuah gunung api raksasa. Tentunya karena hal tersebut memang banyak fenomena unik yang bisa kita dapatkan. Dieng juga merupakan dataran tinggi penghasil banak buah buahan dan juga sayuran. Namun dibalik itu semua, dataran tinggi Dieng menyimpan banyak destinasi wisata yang sangat layak untuk anda coba.

Ada beberapa tempat yang bisa menjadi alternatif untuk anda berwisata. Namun perlu diingat ada beberapa tempat yang memang sudah cukup ramai dikunjungi jadi memang tempat tersebut pastinya akan ramai dikunjungi oleh banyak orang di masa liburan.

  • Bukit Sikunir

Bagi anda para pemburu matahari terbit, Bukit Sikunir mungkin bisa menjadi alternative tempat anda menikmati pemandangan sunrise yang begitu eksotis. Tentunya untuk anda yang ingin datang kesini sangat disarankan untuk anda berkunjung di masa masa musim kemarau karena anda akan mendapatkan pemandangan yang bersih dari awan dan membuat anda akan ketagihan kemari

  • Kawah SIkidang

Dataran tinggi Dieng yang dikatakan sebagai kawasan vulkanis aktif raksasa dapat dibuktikan di tempat yang satu ini. Tanda Tanda aktivitas vulkanis di tempat ini sangat terlihat jelas. Di tempat wisata yang satu ini anda bisa melihat gumpalan asap hasil aktivitas vulkanis dari Dieng. Tentunya hal tersebut juga membuat pengujung harus berhati hari di sini

  • Gunung Prau

Bagi anda para pecinta alam, tentunya nama gunung Prau sudah sangat anda kenal. Tentunya untuk bisa mencapai tempat yang satu ini anda harus memiliki kesiapan fisik dan mental karena anda harus mendaki terlebih dahulu. Namun puncak gunung Prau memiliki pemandangan yang sangat indah ketika sunrise atau matahari terbit. Selain itu yang khas di gunung Prau adalah barisa bukit teletubbies yang unik dan menarik

  • Gardu Pandang Dieng

Terletak di pinggir jalan raya kawasan dieng, Gardu Pandang Dieng merupakan spot yang sering dikunjungi oleh banyak orang untuk bisa menikmati pemandangan alam dari ketinggian. Ketika anda berkunjung ke sini maka anda akan disajikan pemandangan gunung kembar yakni gunung Sindoro dan gunung Sumbing yang berdiri tegak dan sangat luar biasa untuk kita nikmati

Begitulah kawasan dataran tinggi Dieng yang menyimpan banyak pemandangan yang luar biasa. Tentunya akan sangat menarik anda bisa mengujungi tempat tempat yang ada di atas tersebut. sebenarnya masih banyak lagi wisata alam yang ada di kawasan Dieng yang menyimpan pemandangan yang luar biasa.